Tuesday, 28 August 2012

Posisi Tidur yang Harus Dihindari Karena Rentan Cedera

Posisi Tidur yang Harus Dihindari Karena Rentan Cedera

Meski lebih banyak diam saat tidur, bukan berarti seseorang benar-benar aman dari cedera. Banyak kasus orang bangun dari tempat tidur di pagi hari dengan badan kesakitan akibat repetitive sleep injury atau cedera karena salah posisi.

Pada umumnya, posisi tidur adalah masalah selera dan kebiasaan. Posisi yang nyaman dan sehat bagi seseorang belum tentu enak bagi yang lain, demikian pula sebaliknya posisi yang berbahaya bagi seseorang bisa jadi malah bikin tidur lebih nyenyak bagi yang lain.

Meski demikian, ada beberapa posisi yang secara umum tidak dianjurkan karena sering dilaporkan memicu cedera yang disebut repetitive sleep injury. Cedera ini terjadi akibat tekanan pada satu bagian tubuh yang berlangsung sepanjang malam selama orang tidur.

Posisi tidur yang tidak dianjurkan karena rentan memicu cedera adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Everydayhealth, Selasa (28/8/2012).

1. Tidur tengkurap

Masalah utama saat tidur dengan posisi ini adalah leher harus menoleh agar bisa bernapas dengan efisien, sebab kalau tidak demikian maka wajah akan terbenam seluruhnya ke dalam bantal. Leher yang menoleh sepanjang malam dengan posisi terganjal bantal dan ditekan oleh berat badan sering memicu nyeri leher di pagi hari.

Jika memang menyukai posisi tidur tengkurap, para ahli menyarankan untuk meletakkan bantal di sekitar leher untuk menyangganya sehingga tekanannya berkurang. Bagaimanapun, tidur tengkurap memang banyak yang suka apalagi penelitian membuktikan bahwa mimpi erotis paling sering muncul saat tidur dengan posisi ini.

2. Tidur miring dengan tangan melingkari kepala

Banyak orang tidur miring sambil melingkarkan tangannya di atas kepala, dengan tujuan untuk menjaga posisi bantal agar tidak bergeser-geser. Bantal yang bergeser memang menyebabkan leher terasa pegal, namun posisi tangan yang demikian juga tidak lebih aman karena bisa memicu cedera bahu.

Dampak yang paling sering dirasakan saat bangun tidur adalah kesemutan, atau kadang mati rasa di bagian lengan karena aliran darah tidak lancar sepanjang malam. Itu belum seberapa karena akan membaik dalam waktu singkat, sedangkan yang lebih parah adalah sendi bahu bisa terkilir karenanya.

(up/ir)(detik)

Uang jangan dilipat-lipat

Uang jangan dilipat-lipat

Jakarta (ANTARA News) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kerapihan uang kertas untuk mengurangi angka pemusnahan uang yang sudah tidak bisa terpakai lagi.

"Kalau punya uang dijaga baik-baik, jangan sampai lusuh, dilipat-lipat dan sobek," kata dia kepada ANTARA News beberapa saat lalu.

Sepanjang priode Januari-Desember 2011 uang yang dimusnahkan Bank Indonesia karena lusuh mencapai Rp161,79 triliun, sementara untuk priode Januari - Juli 2012 uang yang dimusnahkan mencapai Rp38,19 triliun.

"Ini kan banyak sekali walaupun tiap tahun sudah turun karena banyak terbantu penggunaan uang elektronik," kata dia.

Ia menjelaskan, uang lusuh yang tidak terpakai itu dilaporkan oleh kantor cabang di semua daerah setiap bulan untuk dimusnahkan dan diganti dengan uang baru.

Kategori tingkat kelusuhan akan dilakukan oleh mesin sortasi dengan memilah uang mana yang masih layak digunakan dan mana yang tidak.

"Kemudian baru dimusnahkan, tiap kantor cabang sudah punya mesinnya," kata dia.

Bank Indonesia kini berupaya mendorong penggunaan uang elektronik untuk mengurangi penggunaan uang tunai.

"Kita harus kurangi uang tunai karena sudah tidak praktis lagi baik dari segi keamanan atau pemakaian, kalau uang tunai hilang ya sudah kan hilang. Sekarang kan sudah ada elektronic money, nggak ribet harus ke mal cari ATM lagi jadinya," ujarnya.

(tri)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012